Pendaftaran Online PJJ PAEL
 
Detail Artikel

Penanganan Luka Bakar

06 Agustus 2015

Foto : Luka Bakar

PENANGANAN LUKA BAKAR
 
Rudi Bastaman, S.Kep, MKM
Widyaiswara
 
 
A.     Pengertian
Luka bakar adalah suatu trauma yang disebabkan oleh panas, arus listrik, bahan kimia dan petir yang mengenai kulit, mukosa dan jaringan yang lebih dalam.
 
B.     Penyebab
Penyebab luka bakat terdiri dari :
1.   Suhu Tinggi(Thermal Burn):a.   Panas kering, seperti api dan cahaya matahari
b.   Panas basah, seperti air panas, uap air panas, minyak panas
c.   Bahan Padat, seperti knalpot kendaraan bermotor
2.   Bahan Kimia (Chemical Burn), seperti asam/basa kuat, inhalasi rokok
3.   Sengatan Listrik (Electrical Burn),seperti voltage tinggi, terkena Petir
4.   Radiasi (Radiasi Injury), seperti radiasi nuklir, X-ray, ultraviolet 

C.     Luas Luka bakar
Wallacemembagi luas luka bakar berdasarkan bagian tubuh menjadi bagian 9 % atau kelipatan 9 yang terkenal dengan nama rule of nineataurule of wallace yaitu:
      a.       Kepala dan leher                                             :      9%
      b.       Lengan masing-masing 9%                            :    18%
      c.       Badan depan 18%, badan belakang 18%       :    36%
      d.       Tungkai masing-masing 18%                         :    36%
      e.       Genetalia/perineum                                         :      1%
                           Total : 100%
 
D.   Derajat Luka Bakar
1.    Derajat I
Ciri-ciri : kedalaman partial superficial, kemerahan, nyeri, kering tidak ada gelembung, oedem minimal atau tidak ada, pucat bila ditekan dengan ujung jari, berisi kembali bila tekanan dilepas, akibat jilatan api, sinar ultra violet (terbakar oleh matahari).
 
2.    Derajat II
Ciri-ciri : Lebih dalam dari ketebalan partial superfisial, berbintik-bintik yang kurang jelas, putih, coklat, pink, daerah merah coklat, sangat nyeri, walaupun dengan hembusan angin, ada vesikula/bulla dan lembab yang ukurannya bertambah besar, Pucat bila ditekan dengan ujung jari, bila tekanan dilepas berisi kembali, tampak seperti borok, akibat kontak dengan bahan air atau bahan padat, Jilatan api kepada pakaian, jilatan langsung kimiawi.
 
3.    Derajat III
Ciri-ciri : ketebalan sepenuhnya, putih, kering, hitam, coklat tua, merah, tidak sakit/sedikit sakit, rambut mudah lepas bila dicabut, kering disertai kulit mengelupas, pembuluh darah seperti arang terlihat dibawah kulit yang mengelupas, gelembung jarang, dindingnya sangat tipis, tidak membesar, tidak pucat bila ditekan, akibat kontak dengan bahan cair atau padat, nyala api, bahan kimia, kontak dengan arus listrik.
 
E.    Prinsip Penanganan Luka Bakar
1.    Selamatkan korban dari sumber trauma, anjurkan tidak boleh berdiri atau berlari, sebaiknya : menyiram dengan air, menutup dengan kain basah/pasir, berguling
2.    Bila penyebabnya bahan kimia bilas dengan air mengalir jangan memberikan antinya
3.    Pada trauma akibat listrik hati-hati pada saat memutuskan aliran listrik
4.    Pada trauma listrik jika terjadi henti jantung àRJP
5.    Untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi kehilangan panas : tutup luka dengan kain yang lembab
6.    Pada korban yang diduga keracunan gas CO (karbon monoksida), contoh korban ditemukan dilokasi kebakaran dalam ruang tertutup, segera pindahkan korban ketempat terbuka yang kaya oksigen, segera berikan oksigen dan rujuk ke RS untuk mendapat oksigen konsentrasi tinggi
7.    Menjaga jalan nafas dan mempertahankan posisi tulang leher jika dicurigai adanya patah tulang leher
8.    Mengurangi nyeri, dengan pendinginan luka  
9.    Mencegah infeksi : tutup luka dengan kain yang bersih atau kassa yang seteril, jangan memberikan bahan-bahan yang sulit dibersihkan atu lengket
10.Mencegah syok : hati-hati dalam memberikan minum pada korban dengan LB luas karena akan  memperburuk keadaan, sebaiknya penggantian cairan adalah dengan infus 
11.Segera kirim penderita ke rumah sakit
 
F.    Langkah-Langkah Penanganan Luka Bakar
1.      Tindakan Keperawatan
a.      Nilai keadaan umum pasien, jalan nafas (A), pernafasan (B) dan sirkulasi (C).
b.      Pasang kateter urin jika LB> 30% derajat II & III.
c.      Rehidrasi sesuai kebutuhan
d.      Terapi O2 pada trauma inhalasi dapat dilakukan nebulasi dengan bronchodilator.
e.      Pemantauan: Status kesadaran(GCS) dan kardiovaskular, tanda vital, urine output, BJ urine, nilai CVP jika terpasang dananalisa gas darah.
f.       Cuci luka dengan cairan deterjen yang menandung desinfektan (cairan deterjen yang menandung desinfektan  : NaCl = 1 : 100) kemudian dicuci ulang dengan NaCl 0,9% agar tidak tersisa residu antiseptik
g.      Biarkan bullae (lepuh) utuh (jangan dipecah kecuali terdapat pada daerah sendi yang dapat mengganggu gerakan)
h.      Selimuti pasien dengan selimut steril (usahakan pasien tidak kedinginan sampai siap dipindah ke ruang rawat khusus)
 
2.      Pembersihan Luka
a.    Diguyur dengan air (Hidroterapi) 20 – 30 menit
b.    Bedside bath
c.    Tempat yang steril
d.    Air ledeng yang steril
e.    Larutan antiseptik àbethadine encer
f.     Suhu air untuk merendam 37,8 celcius
g.    Daerah-daerah yang tidak terbakar harus dicuci dengan teratur
h.    Perawatan luka cukup 1 kali/sehari bila bersih dan belum ada eskar
i.      Bila sudah ada eskar yang terpisah dari kulit maka pencucian harus lebih sering
 
3.      Penggantian Balutan
a.    Dilakukan setelah sekitar 20’ setelah pemberian analgetika
b.    Dapat dilakukan di OK
c.    Balutan yang menempel dibasahi dulu oleh NaCl 0,9%
d.    Dilepas dengan hati-hati
e.    Pasien dapat membantu melepaskannya
f.     Luka dibersihkan dan didebridemen untuk menghilangkan debris
g.    Catat luka dan perubahannya
 
4.      Perhatian Khusus Penanganan Luka Bakar
a.    Luka Bakar Suhu Panas
1.      Dibilas dengan air suhu normal, diselimuti steril dan kering
2.      Penolong juga harus memakai barang-barang yang tidak bisa menghantarkan panas (harus menyelamatkan diri sendiri dulu)
3.      Pasien dirawat inap kalau grade 3 dan keparahan sedang/berat
4.      Yang bisa dirawat jalan kalau minor burn tapi yang derajat 2 atau 1.
5.      Luka bakar jangan dikasih ointment atau pasta gigi. Karena justru akan menyulitkan ketika dibersihkan di pelayanan kesehatan.
6.      Jadi, tetap dibersihkan dengan air dan diselimuti biar tidak hipotermi, bula tidak perlu dipecah kecuali sampai di pelayanan kesehatan.
7.      Kalau bula di awal kejadian, cairannya bisa bersifat steril. Tapi kalau sudah lebih dari 1 hari bisa jadi tempat berkumpulnya bakteri dan menghambat penyembuhan luka. Jadi malah harus dideroofing.
8.      Untuk pasien pediatric risiko kehilangan cairan lebih besar karena skin barrier belum optimal.
9.      Pertimbangkan jangan-jangan ada child abuse.
 
b.    Luka Bakar Kimia
1.      Disebabkan karena kontak dengan zat kimia.
2.      Yang paling bahaya yang bersifat asam, karena bersifat korosif. Jadinya kerusakan jaringan jadi lebih besar.
3.      Biasanya terjadi di laboratorium kimia.
4.      Bilas dengan RL.
5.      Kalau kena mata, gunakan plester biar mata tetep terbuka, trus pasang kaya abuket dialiri infuse buat irigasi terus.
6.      Untuk bahan kimia kering (yang masih bentuk bubuk) jangan diberi air. Tapi disikat/diberisihkan dulu bahan bubuknya itu. Trus buka bajunya.
 
c.    Luka Bakar Listrik
1.      Matikan dulu listriknya baru menangani.
2.      Pada awal kejadian, mungkin kelihatan ringan, tapi lama-lama memburuk. Maka, luka bakar listrik itu wajib opname.
3.      Tanyakan di mana yang kontak (istilahnya luka masuk). Trus lihat luka bakar di area tubuh lain. Artinya, baju harus dibuka. Harus dicek buat tahu dimana luka bakar keluar. Soalnya listrik kan dihantarkan. Artinya dia butuh konduktor air yaitu plasma. Jadi taunya luka masuk dan keluar biar tahu aliran listriknya itu lewat organ apa aja.
4.      Yang paling bahaya malah kalau luka dari tangan kanan ke tangan kiri. Soalnya organ yang paling banyak dilewati justru jantung dan paru (yang bisa langsung menyebabkan kematian tiba-tiba).
5.      Kalau luka masuk dari kepala ke kaki, memang organ yang dilewati lebih banyak, tapi kemungkinan terpaparnya jantung justru lebih sedikit, jadi malah tidak terlalu parah (kalau dibandingan yang dari tangan kanan ke kiri).
6.      Lakukan dressing dan bandage
7.      Pada ekstremitas, jangan dibalut secara sirkuler dan ketat. Soalnya udah vascular compromissed ditambah dibalut, bisa-bisa malah gangguan pembuluh darah lebih banyak.
8.      Jadi, cukup diplester, diplastik tapi longgar. Yang penting nempel.
 
d.    Trauma Inhalasi
1.      Bisa dari asap bahan kimia, asap kendaraan bermotor (so, pake masker ya teman kalau naik motor)
2.      Yang paling berbahaya adalah karbonmonoksida.
3.      Tidak berasa, tidak berwarna, tidak iritatif, tapi tahu-tahu bisa ‘membunuh’.
4.      Yang penting, jaga airway jangan ada obstruksi.
 
5.      Pemberian Cairan
Sampai saat ini masih digunakan formula baxter.
a.   Dewasa :
-     RL 4 cc x BB x % LB/24 jam.
b.   Anak: jumlah resusitasi + kebutuhan faal:
-     RL : Dextran = 17 : 3
-     2 cc x BB x % LB.
-     1 – 3 tahun : BB x 75 cc
-     3 – 5 tahun : BB x 50 cc
 
Referensi :
1.      Sudiharto dan Sartono, Basic Trauma Cardiac Life Support, Jakarta, Sagung Seto, 2011
2.      www.sahabatperawat.com, Luka dan Perawatannya, diunduh tanggal 2 Oktober 2011, diunduh tanggal 02 Oktober 2011 Jam 13.00 WIB
3.      Subagjo, dkk, Basic Cardiac Life Support : PP PERKI, Jakarta, 2011
 


KEMBALI

AGENDA PELATIHAN
2017
03
Des
Pelatihan Pelatih Nasional RISKESDAS Gigi dan Mulut
2017
10
Des
Pelatihan Pengelolaan Kesehatan Terpadu (One Health)
2017
10
Des
Pelatihan Pelatih Nasional RISKESDAS Gigi dan Mulut
2017
11
Des
TOT VERIVIKATOR KEGIATAN P2KB BAGI DOKTER

SOR-BOR
Rate Bulan %
SOR
BOR

BERITA TERKINI

07 November 2017

RALAT JADWAL PELATIHAN JABATAN FUNGSIONAL EPIDEMIOLOGI KESEHATAN

21 Oktober 2017

PELAKSANAAN PELATIHAN BTCLS

13 Oktober 2017

PENUTUPAN PENDAFTARAN BTCLS GELOMBANG I

12 Oktober 2017

Pelatihan Manajemen Puskesmas

05 September 2017

Applied Management Training Course (AMTC) Sesi 3

DOWNLOAD
28-11-2017 Berkas Peserta Pelatih Nasional RISKESDAS Gigi & Mulut
27-11-2017 Daftar Nama Peserta PIDI Periode V - Tahap 3
24-11-2017 Daftar Nama Peserta PIDI Periode V - Tahap 2
22-11-2017 LOKASI PELAKSANAAN PELATIHAN PIDI PERIODE V (LIMA)
22-11-2017 Daftar Nama Peserta PIDI Periode V - Tahap 1
16-11-2017 Contoh Surat Tugas TOC
11-11-2017 JADWAL PELATIHAN EPIDEMIOLOGI ANGKATAN 3 TGL, 12 - 23 NOV 2017
09-11-2017 PENGUMUMAN PENERIMAAN PESERTA PELATIHAN JABFUNG EPIDEMIOLOGI ANGKATAN
free counters
Total Online : 41 Org
Member Online : 0 Org
User Online : 41 Org

Tautan - Terkait

Kata-Kata Bijak Hari Ini

Jl. Raya Puncak Ciloto Km. 90, Cipanas-Puncak-Cianjur, Jawa Barat-Kotak Pos 11 Sindanglaya Cipanas 43253, Tlp. (0263)512404, Fax. (0263)516179, Email: bbpk_ciloto@yahoo.co.id