TUTUP MENU PORTAL
Pendaftaran Pelatihan


Ciloto Learning
Center


Pelaporan Diklat


Analisis Kebutuhan
Diklat


Akreditasi Ciloto


Elogbook


Whistle Blowing
System


Penataan Arsip
WBK

M
E
N
U

P
O
R
T
A
L

Detail Info Terkini

Isi Informasi Tentang Kegiatan/Berita Di BBPK Ciloto

Membangun Revolusi Mental Menuju BBPK Ciloto Hebat

Dipublikasi Pada: Rabu, 22 Juli 2020 - 13:36 WIB


    Istilah "Revolusi Mental" berasal dari dua suku kata, yakni 'revolusi' dan 'mental'. Arti dari 'Revolusi' adalah sebuah perubahan yang dilakukan dengan cepat dan biasanya menuju kearah lebih baik. 'Mental' memiliki arti yang berhubungan dengan watak dan batin manusia. Dari kata Latin “mens” (mentis) berarti jiwa, nyawa, suksma, roh, semangat.  Adapun istilah mentalitas menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bermakna aktivitas jiwa, cara berpikir, dan berperasaan. Mental diartikan sebagai suasana kejiwaan dan pola pikir (mindset) seseorang atau sekelompok orang. Maka revolusi mental dapat ditafsirkan sebagai aktivitas mengubah kualitas manusia kearah yang lebih bermutu dan bermental kuat dalam berbagai aspek dengan jangka waktu yang cepat.
Kata Revolusi dikaitkan dengan pengorbanan yang berdarah darah, pengorbanan harta benda pada sejarah revolusi perancis, Amerika, Rusia, Iran, Indonesia 1945. BUKAN, Revolusi mental bukan revolusi seperti demikian. Ada persoalan yang perlu diobati dengan gerakan nasional. Revolusi mental berada di wilayah invisible, diperlukan perubahan cepat cara berpikir, pola pikir, jiwanya berkarakter. Paradigm negative revolusi dengan berdarah darah, revolusi positif dengan sukses tidak ada pertumpahan darah. Contoh revolusi industri bidang telekomunikasi, adanya handphone dulunya besar dan berat namun sekarang smartphone yang mana dalam sekian detik dunia ada dalam genggaman. 
Maka pengertian revolusi mental adalah: 
1) Perubahan mendasar yang menyangkut cara hidup, cara berpikir, cara memandang masalah, cara merasa, mempercayai/meyakini, yang semuanya menjelma dalam berperilaku dan bertindak; 
2) Revolusi Mental merupakan suatu gerakan seluruh masyarakat (pemerintah & rakyat) dengan cara yang cepat untuk mengangkat kembali nilai‐nilai strategis yang diperlukan oleh Bangsa dan Negara untuk mampu menciptakan ketertiban dan kesejahteraan rakyat sehingga dapat memenangkan persaingan di era globalisasi. 
3) Revolusi Mental mengubah cara pandang, pikiran, sikap, perilaku yang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan, sehingga Indonesia menjadi bangsa besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa ‐bangsa lain di dunia.
Singkatnya pengertian revolusi mental adalah perubahan cara berpikir dalam waktu singkat untuk merespon, bertindak dan bekerja
Lemahnya mentalitas kepribadian membuat kebudayaan bangsa ini tak memiliki jangkar karakter yang kuat. Indonesia adalah bangsa besar bermental kecil, bangsa besar yang memiliki rasa rendah diri, bangsa yang selalu melihat dunia luar sebagai pusat teladan tanpa menyadari dan menghargai kelebihan bangsa sendiri.  Untuk bisa bangkit dari keterpurukan, bangsa ini harus kembali melanjutkan revolusi mental. Sejarah Revolusi Mental dicetuskan pertama kali oleh Presiden Soekarno saat pidato kenegaraan 17 Agustus 1957.
Revolusi Mental merupakan suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia yang berhati Putih, berkemauan Baja, bersemangat Elang Rajawali, berjiwa Api yang menyala nyala. Kemudian oleh Presiden Jokowi untuk memperkokoh kedaulatan, meningkatkan daya saing dan mempercepat persatuan bangsa kita perlu melakukan revolusi mental.
Melalui Gerakan revolusi mental diharapkan dapat mengubah mentalitas (pola pikir dan sikap kejiwaan) yang akan menimbulkan perubahan perilaku. Gerakan revolusi mental adalah gerakan hidup baru yang mengubah mentalitas pola pikir dan sikap kejiwaan sehingga terjadi perubahan perilaku. Perilaku yang terus diulang akan menjadi kebiasaan dan bila terus dipertahankan maka kebiasaan tersebut akan membentuk karakter. Proses pembiasaan atau perilaku yang diulang-ulang bila kebiasaan baik maka memiliki moral yang baik dan bila kebiasaan buruk maka memiliki moral buruk. Pernyataan berbudaya dan berkarakter memiliki konotasi yang baik, sehingga tidak pas bila sering kita mendengar penyebutan budaya korupsi. Korupsi bukan suatu budaya karena koruptor bukan budayawan. Orang yang tidak korupsi dianggap sok suci, sudah merupakan zaman edan. Sering membenarkan yang biasa terjadi tapi tidak membiasakan yang benar. Sehingga bangsa ini perlu gerakan revolusi mental dengan melakukan perubahan mendasar. Pada dasarnya moral tidak diajarkan tetapi diterapkan dalam keteladanan. Karakter merupakan akumulasi dari sifat, watak dan juga kepribadian seseorang. Karakter merupakan sebuah pilihan yang menentukan tingkat kesuksesan (Maxwell). Karakter merupakan gambaran tingkah laku yang dilaksanakan dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) secara implisit ataupun explisit. Karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlaq, dan budi pekerti yang dapat membuat seseorang terlihat berbeda dari orang lain, karena berkarakter dapat diartikan memiliki watak dan juga kepribadian (Kamisa).

Download Karya Tulis Ilmiah (Etna Saraswati, SKM, MKM)


<< kembali ke indeks berita



Berita Lainnya:


Pembukaan Pelatihan Pelayanan Kefarmasian bagi Tenaga Kefarmasian di Puskesmas
Senin, 10 Agustus 2020 - 15:16 WIB
HYPNOTHERAPI SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER UNTUK MENGATASI KECEMASAN BERLEBIH (ANXIETAS)
Rabu, 22 Juli 2020 - 10:50 WIB
ASAM URATKU SEMBUH ATAS ANUGRAH ALLAH
Rabu, 22 Juli 2020 - 10:36 WIB
THE IMPLEMENTATION OF STRATEGIK LEADERSHIP AT BBPK CILOTO 2020
Rabu, 22 Juli 2020 - 09:58 WIB
WUJUDKAN GIGI SEHAT UNTUK HIDUP YANG LEBIH SEHAT SEPANJANG HAYAT
Rabu, 22 Juli 2020 - 09:54 WIB
MENENGOK ASPEK ERGONOMI STASIUN KERJA KITA
Rabu, 22 Juli 2020 - 09:50 WIB