Detail Info Terkini

Isi Informasi Tentang Kegiatan/Berita Di BBPK Ciloto

PERSEPSI DOKTER GIGI TERHADAP PELATIHAN PENATALAKSANAAN KEGAWATDARURATAN BIDANG KEDOKTERAN GIGI KERJASAMA PDGI DENGAN BBPK CILOTO

Dipublikasi Pada: Jumat, 16 Februari 2024 - 09:19 WIB


Oleh : drg. Sri Asih Gahayu,M.Kes,PhD - Widyaiswara BBPK Ciloto

Kegawatdaruratan medik dan dental di bidang kedokteran gigi merupakan kejadian tiba-tiba yang mungkin akan dihadapi oleh dokter gigi di Masyarakat, di tempat praktik, Puskesmas, Rumah Sakit maupun di Masyarakat. Kasus ini memerlukan penanganan yang tepat, cermat, dan cepat untuk menghindari dampak negatif pada pasien di kemudian hari. Beberapa kasus kegawatdaruratan di bidang kedokteran gigi antara lain adalah kasus trauma maksilofasial, komplikasi anestesi dan pencabutan gigi, kasus infeksi, dan kasus perdarahan di rongga mulut. Dengan banyaknya kasus kegawatdaruratan di bidang kedokteran gigi, dokter gigi dituntut mampu melakukan diagnosis dan tatalaksana sesuai dengan standar kompetensi dokter gigi yang berlaku. Untuk itu, diperlukan upaya pendekatan kepada dokter gigi melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan secara berkala untuk menambah pengetahuan serta meningkatkan keterampilan dan kemampuan dokter gigi.
Penatalaksanaan kegawatdaruratan dan bantuan hidup dasar merupakan kompetensi wajib seorang dokter gigi sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Gigi Indonesia. Dokter gigi diharapkan mampu melakukan tatalaksana kasus emergensi secara komprehensif dari persiapan sarana dan prasarana serta keilmuan dan kemampuan skill seperti yang telah dibekali saat pendidikan di fakultas. Untuk itu perlu diberikan peningkatan kompetensi dokter gigi dalam bentuk pelatihan kegawat daruratan kedokteran gigi. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat dilakukan rutin dengan menfasilitasi kebutuhan update ilmu/ skills dokter gigi seluruh Indonesia yang bekerjasama dengan PDGI selaku organisasi Dokter Gigi di Indonesia pada bidang kegawatdaruratan medik dan dental sebagai bentuk peningkatkan kualitas pengetahuan dan kemampuan skill Dokter Gigi dalam memberikan pelayanan
Pelatihan Penatalaksanaan kegawatdaruratan medik bidang kedokteran gigi ini ditaja oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto. Pelatihan ini merupakan pelatihan Perdana yang dilakukan PDGI Training Centre yang merupakan Lembaga Diklat PDGI yang akan berproses untuk segera diakreditasi oleh Kementerian Kesehatan RI. Pelatihan kegawat daruratan kedokteran gigi ini sudah berlangsung pada tanggal 27 Januari s.d 1 Pebruari 2024 secara Online 2 hari dan secara offline (klasikal) selama 2 hari di sekretariat PDGI di Jakarta. Peserta berjumlah 30 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Pengajar atau Fasilitator berasal dari Persatuan Ahli Bedah Mulut Indonesia (PABMI) dan dari Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Kesehatan Ciloto. Pelatihan ini bertujuan agar peserta mampu melakukan tatalaksana penanganan kegawatdaruratan dibidang bedah mulut sesuai bobot kompetensi dibidang kedokteran gigi. Kompetensi yang diharapkan agar peserta mampu melakukan penatalaksanaan kegawatdaruratan medik infeksi odontogenic, melakukan penatalaksanaan komplikasi pencabutan gigi dan anestesi lokal di bidang kedokteran gigi, melakukan penatalaksanaan trauma oromaksilofasial dan melakukan penatalaksanaan kasus perdarahan oro maksilofasial.
Berdasarkan hal diatas penulis yang berprofesi dokter gigi dan juga sebagai Widyaiswara tertarik untuk mengkaji lebih lanjut dan mendalam tentang proses penyelenggaraan pelatihan perdana yang ditaja PDGI bekerjasama dengan BBPK Ciloto.
 
METODE
Pelatihan ini dikaji  ini berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan selama proses pelatihan, meliputi evaluasi fasilitator dan evaluasi penyelenggaraan. Kajian dilakukan dengan menggunakan telaahan data sekunder dan di analisis menggunakan analisis konten. Heaton (2004:16; dinukil Andrews, et.al., 2012:12) merumuskan analisis data sekunder (ASD) itu sebagai “a research strategy which makes use of pre-existing quantitative data or pre-existing qualitative data for the purposes of investigating new questions or verifying previous studies.”  Analisis data sekunder, menurut Heaton, merupakan suatu strategi penelitian yang memanfaatkan data kuantiatif ataupun kualitatif yang sudah ada untuk menemukan permasalahan baru atau menguji hasil penelitian terdahulu. Analisis lebih lanjut himpunan data yang sudah ada yang memunculkan tafsiran, kesimpulan atau pengetahuan sebagai tambahan terhadap apa yang telah disajikan dalam keseluruhan dan temuan utama penelitian terdahulu atau semula. M.Katherine McCaston (2005) menyatakan bahwa analisis data sekunder itu mencakup dua proses pokok, yaitu mengumpulkan data dan menganalisisnya. Dalam kalimat aslinya disebut “collecting and analyzing a vast array of information” (mengumpulkan dan mengalisis sekian banyak informasi). Namun demikian, menurut McCaston, agar tidak menyimpang yang perlu dilakukan oleh peneliti sebagai langkah awal adalah merumuskan tujuan penelitian dan disain penelitian.
       Hasil analisis data berupa pemaparan mengenai situasi yang di kaji dan  disajikan dalam bentuk uraian naratif. Hakikat pemaparan data pada umumnya menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi. Untuk itu pengkaji dituntut memahami dan menguasai bidang ilmu yang ditelitinya sehingga dapat memberikan justifikasi mengenai konsep dan makna yang terkandung dalam data. (Gahayu,2015,2016, Alwashilah 2003, Bungin 2008, Cresswell 2002)
 
HASIL dan PEMBAHASAN
  1. Gambaran Peserta Pelatihan
Gambaran  peserta sesuai dengan kriteria peserta pada kurikulum pelatihan adalah dokter gigi umum dan bukan dokter gigi spesialis. Peserta berjumlah 30 orang berasal dari beberapa kota di beberapa Provinsi di Indonesia, yaitu : Kepulauan Riau, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Papua. Peserta mendaftar secara online pada PDGI setelah mendapatkan Leaflet /Brosur pelatihan ini melalui media sosial. Informasi dari panitia PDGI yang didapatkan bahwa peserta yang mendaftar melebihi kuota suatu pelatihan yaitu sekitar 75 orang. Namun sesuai dengan aturan yang berlaku bahwa dalam suatu kelas pelatihan untuk menambah kompetensi sebaiknya jumlah peserta dalam satu kelas paling sedikit 30 (tiga puluh) orang peserta dan paling banyak. 40 (empat puluh) orang peserta. Hal ini sesuai dengan peraturan Badan Kepegawaian Negara No : 27 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendldlkan Dan Pelatihan Teknis Perencanaan Dan Pengembangan Pegawai Negeri Sipil Untuk kelebihan peserta yang mendaftar diinformasikan bahwa akan diadakan pelatihan untuk batch berikutnya.
Menurut Permenkes No 75 tahun 2014 bab X pasal 16 tentang Sumber Daya Manusia dan Transformasi SDM Kesehatan yang merupakan salah satu pilar dari 6 pilar transformasi Kesehatan yang menyatakan bahwa perlu adanya pemerataan SDM Kesehatan dan peningkatan mutu SDM Kesehatan guna mencapai Pembangunan Kesehatan. Peran tenaga kesehatan khususnya dokter gigi dalam masyarakat sangat diperlukan dalam pembangunan Kesehatan.
 
  1. Fasilitator Pelatihan
Fasilitator yang memberikan semua materi pelatihan inti pelatihan kegawat daruratan kedokteran ini berasal dari Persatuan Ahli Bedah Mulut Indonesia (PABMI). Fasilitator dari PABMI berjumlah 5 orang dan ditambah dari Widyaiswara yang berprofesi dokter gigi dari BBPK Ciloto 1 orang, yang memberikan materi pelatihan penunjang. Materi Pelatihan Inti meliputi penatalaksanaan kegawatdaruratan medik infeksi odontogenic, melakukan penatalaksanaan komplikasi pencabutan gigi dan anestesi lokal di bidang kedokteran gigi, melakukan penatalaksanaan trauma oromaksilofasial dan melakukan penatalaksanaan kasus perdarahan oro maksilofasial. Materi Pelatihan Penunjang yaitu Building Learning Comitment, Komunikasi Efektif bagi dokter gigi dan Rencana Tindak Lanjut yang disampaikan oleh Widyaiswara BBPK Ciloto.
Menurut pendapat peserta dokter gigi terhadap fasilitator yang memberikan materi pelatihan ini bahwa nilai yang diberikan berkisar antara 93 – 94, dengan kriteria sangat baik. Peserta yang memberikan nilai dari 30 orang peserta berkisar antara 19 – 25 orang. Artinya tidak semua peserta memberikan penilaian. Kemungkinan hal tersebut bisa disebabkan oleh padatnya jadwal pelatihan dan penugasan yang harus dilakukan oleh peserta. Hasil data kualitatif yang didapatkan berupa jawaban langsung peserta pelatihan terhadap fasilitator meliputi :
Fasilitator sangat luar biasa                 
Fasilitator sudah kompeten dalam memberrikan ilmu kepada peserta                      
Fasilitatorr mantab ?                
Lebih baik lagi              
Luar biasa .. keren .. TOP                    
Majulah terus                
Mantap ilmunya , mudah penjelasannya dan praktikalnya.                
Pemaparan bagus & mudah dimengerti                      
Pembagian materi agar lebih mudah diakses             
Sangat baik                  
Sangat baik dan informatif
              
Dari hasil evaluasi fasilitator yang diberikan oleh peserta pelatihan dokter gigi ini, dapatkan kita simpulkan bahwa peserta sangat puas dengan penyampaian fasilitator dalam memberikan materi pelatihan inti dan materi pelatihan penunjang pada pelatihan kegawatdaruratan kedokteran gigi ini.
Evaluasi Fasilitator merupakan hal yang sangat mendukung keberhasilan suatu pelatihan. Hal hal yang dievaluasi oleh peserta terhadap fasilitator ini adalah : Penguasaan Materi, Ketepatan Waktu, Sistematika Penyajian, Penggunaan Metode dan Alat Bantu, Empati, Gaya dan Sikap Terhadap Peserta, Penggunaan Bahasa dan Volume Suara, Pemberian Motivasi Pada Peserta, Pencapaian Tujuan Pembelajan, Kesempatan Tanya Jawab, Kemampuan Menyajikan, Kerapian dalam berpakaian,  dan Kerjasama antar Tim Pengajar
 
  1. Penyelenggaraan Pelatihan
Menurut peserta pelatihan dalam penyelenggaraan Pelatihan ini yang didapat dari dokumen evaluasi penyelenggaraan yang berisikan pendapat peserta terhadap proses pelaksanaan pelatihan yang meliputi evaluasi fasilitator, Pengendali pelatihan, panitia, akomodasi, konsumsi, hal hal yang membantu dan menghambat serta saran/masukan dari peserta.
Berdasarkan rekap isian table evaluasi penyelenggaraan secara umum, peserta memberikan nilai dengan rentang 90 – 95. Angka yang sangat baik dalam proses penilaian dan dimasukkan dalam kategori sangat baik. Seperti yang terlihat di bawah ini :
NO. PERTANYAAN EVALUASI PENYELENGGARA NILAI RATA2 KETERANGAN
1 Metode yang digunakan dalam pelatihan ini? 92 Sangat Baik
2 Materi yang dibahas dalam pelatihan ini? 95 Sangat Baik
3 Bahan pembelajaran dalam pelatihan ini? 94 Sangat Baik
4 Seberapa puas anda dengan Pengajar/Pelatih ? 95 Sangat Baik
5 Efektivitas penyelenggaraan 91 Sangat Baik
6 Relevansi program diklat dengan pelaksanaan tugas 94 Sangat Baik
7 Persiapan dan ketersediaan sarana diklat 90 Sangat Baik
8 Hubungan peserta dengan penyelenggara pelatihan 93 Sangat Baik
9 Hubungan antar peserta 95 Sangat Baik
10 Pelayanan kesekretariatan 92 Sangat Baik
11 Kebersihan dan kenyamanan Ruang Kelas 91 Sangat Baik
12 Kebersihan Toilet / Kamar Kecil 91 Sangat Baik
13 Ketersediaan fasilitas Ibadah. 91 Sangat Baik
 
Hampir keseluruhan peserta yang mengisi evaluasi penyelenggaraan memberikan tanggapan dan komentar yang sangat positif terhadap penyelenggaraan pelatihan ini. Beberapa hal yang disampaikan peserta seperti :
Pelatihan ini sudah terakreditasi Kementerian Kesehatan dan sudah terintegrasi dengan SKP PDGI
Panitia yang responsif membantu peserta apabila ada kesulitan
Panitia bisa menyiapkan google drive untuk materi H-1
Untuk mikrolearning anti korupsi sangat menarik dan inovatif                       
Fasilitator yang kompeten
 
Pendapat ataupun komentar peserta pelatihan terhadap Pengendali Pelatihan dari Widyaiswara BBPK Ciloto, juga sangat positif. Pengendali Palatihan adalah seseorang yang ditunjuk untuk mengendalikan suatu pelatihan sehingga pelatihanberjalan secara edukatif namun tetap menyenangkan bagi peserta pelatihan. Pengendali pelatihan juga selalu mengarahkan agar fasilitator memberikan materi sesuai dengan Tujuan Pembelajaran atau hasil bejar yang harus dicapai. Hal hal yag dikondisikan pengendali agar pelatihan tetap berjalan sesuai kurikulum meliputi Proses pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran dan hubungan fasilitator dengan peserta agar tetap kondusif dan proses pembelajaran berjalan secara edukatif. Sebagian pendapat peserta terhadap keberadaan Pengendali Pelatihan ini antara lain:
      Pengendali pelatihan yang selalu memberikan motivasi kepada peserta
Baik, tetap semangat                     
Drg Asih menyenangkan, bikin mood up                 
Kereeen bgt,udah sempurna                      
Keren dok,  terimakasih                 
Luar Biasa, Selalu bersemangat dan memotivasi peserta...              
Maju terus             
Mantap                 
Sangat bagus & semangat shg peserta nyaman                  
Sangat baik                       
Sangat luar biasa
                       
Beberapa masukan dari peserta pelatihan untuk hal hal yang menghambat dan membantu pelaksanaan pelatihan ini, agar pelatihan ini semakin baik ke depannya akan kita pelajari dan menjadi masukan berarti. Diantaranya adalah :
 
Semoga pelatihan seperti ini nantinya full luring saja           
Utk pelatihan selanjutnya mohon akomodasi dr pihak penyelenggara karna peserta dari luar daerah
Mungkin bisa diberi jeda 1 hari untuk perjalanan peserta ke tempat pelatihan sehingga tidak mengganggu waktu pembelajran online            
Semoga alat dan bahan dapat sepenuhnya disediakan panitia mengingat kita membayarkan biaya yang tidak murah dan masih harus membawa alat sendiriAgak rumit u joint di aplikasinya karna gaptek tp jadi mau belajar             
Agar materi dapat dibaca dan di download tanpa harus melapor terlebih dahulu kepada adminBeberapa materi blm bisa diakses terlebih dahulu                        
Harus lebih di tingkatkan agar tidak banyak kendala            
Kadang akses ditolak. Materi sulit di download, Semoga ke depan lebih baik.

Download Karya Tulis Ilmiah

<< kembali ke indeks berita



Berita Lainnya:


PELATIHAN TOT PADA PELATIHAN SURVEILANS PD3I BAGI PETUGAS SURVEILANS DI KABUPATEN/KOTA DAN PROVINSI
Senin, 06 Mei 2024 - 13:51 WIB
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING BAGI SDM KESEHATAN
Kamis, 02 Mei 2024 - 13:24 WIB
PELATIHAN PENUGASAN KHUSUS TENAGA KESEHATAN BERBASIS TIM BATCH XXVII
Jumat, 19 April 2024 - 11:00 WIB
PELATIHAN PELAYANAN PRIMA BERBASIS SOFT SKILLS BAGI SDM KESEHATAN
Kamis, 18 April 2024 - 09:20 WIB
GAMBARAN PERLUNYA PENGAWASAN MAKANAN JAJANAN ANAK SEKOLAH SD DI INDONESIA
Selasa, 02 April 2024 - 08:47 WIB
PELATIHAN EPIDEMIOLOGI LAPANGAN LEVEL INTERMEDIATE BAGI PETUGAS EPIDEMIOLOG DI DINAS KESEHATAN
Senin, 18 Maret 2024 - 17:33 WIB